Search
文章正文
Bulldozer Robohkan Pondok Mesum
Published:2016-06-28 14:08:15    Text Size:【BIG】【MEDIUM】【SMALL

BENGKULU, BE – Belum puas membongkar puluhan warung remang-remang (Warem) dan pondok mesum di Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (7/6) lalu, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) dengan menggandeng puluhan personel Satpol PP Kota Bengkulu kembali melakukan pembongkaran warem dan pondok mesum di lokasi yang sama, kemarin (9/6).

Jika sebelumnya pembongkaran hanya dilakukan puluhan personel Satpol PP, kali ini Disparekraf menurunkan 1 uit alat berat jenis bulldozer untuk menghancurkan sarang maksiat itu.

Pantauan BE, saat eksekusi berlangsung terdapat beberapa orang pemilik warung protes dan marah, namun protes tersebut tidak terlalu dihiraukan oleh petugas.

Petugas hanya melaksanakan tugas sesuai perintah, perintah tersebutpun diambil dari kesepakatan bersama dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Warem ini memang seharusnya dibersihkan, sesuai dengan keinginan masyarakat Bengkulu. Intinya kita melaksanakan tugas sesuai dengan keinginan masyarakat Bengkulu,” tegas Kepala Disparekraf Kota Bengkulu, Toni Elfian.

Menurutnya, sudah jelas pemilik warung menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Intinya saat mengajukan izin pihak Disparekraf sudah menunjukkan fotocopy gambar warung yang dianjurkan, tapi tidak diindahkan.

“Tidak ada lagi yang tidak mengetahui bentuk yang warung dianjurkan, semua sudah kita tunjukkan dan tertera disurat izin,” tegasnya.

Para pedagang yang mempunyai warung terbuka dan berizin beralasan menambah bangunan pondok untuk pengunjung supaya bisa bersantai, namun pondok tersebut telah berlebih-lebihan sampai menutup sekeliling pondok tersebut.

“Pondok-pondok ini disinyalir untuk perbuatan mesum atau maksiat,” singkatnya.

Toni menegaskan, saat ini tidak ada lagi kesempatan bagi oknum-oknum pedagang yang melakukan pelanggaran, pihaknya akan melakukan tindakan tegas manakala masih ditemukan bangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian sewa lahan. Bahkan dalam pemantauan sebelumnya dikawasan wisata ini sering ditemukan minuman-minuman keras dan tuak, bahkan tak jarang tertangkap tangan orang-orang yang tengah melakukan maksiat di pondok yang tertutup atau warem ini.

“Kita diperintah untuk menertibkan, termasuk warung-warung maupun pondok kecil yang disinyalir mengundang orang untuk berbuat maksiat,” kata Toni.

Lanjutnya, dengan bantuan alat berat yang dipinjam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota ini, sangat membantu dalam mempercepat pembongkaran, karena tak butuh waktu lama seluruh pondok yang berjejer di dekat objek wisata andalan masyarakat Bengkulu ini rata dengan tanah.

“Mana yang tidak ada izin, kita bongkar semua,” tegas Toni.

Jika pemiliknya kembali mendirikan warem dan pondok yang telah dibongkar, maka petugas akan melakukan pembongkaran lagi terhadap warem tersebut. Selain itu Disparekraf juga akan mencabut izin atas warung tersebut. “Kita akan berikan tindakan bagi warung yang masih melanggar, yaitu membongkar dan mencabut izinnya,” pungkas Toni.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Bambang Suryadi mengaku siap mengawasi warem dan pondok-pondok yang sudah dibongkar tersebut agar tidak didirikan kembali oleh pemiliknya.

“Akan kita pantau terus mana yang ditutup-tutupi itu,” tegas Bambang.

Pedagang Lain Mendukung

Di sisi lain, pembongkaran pondok-pondok mesum ini justru mendapat dukungan dan apresasi dari sejumlah pedagang lainnya, seperti yang diungkapkan Deri (39).

Ia berharap, penertiban ini hendaknya tidak hanya sekali ini saja, tapi setelah pembongkaran harus diawasi secara ketat, karena tidak menutup kemungkinan jika masih ada oknum yang melanggar.

“Ya saya mendukung tindakan pemda ini, kami ini dari dulu tidak pernah melanggar-langgar aturan itu, sesuai izin yang ada kami dirikan bangunan. Nah, kalau mereka yang diujung itu dibiarkan, kasihan kami yang tidak besalah ini, jadi kami minta terus diawasi setelah pembongkaran ini,” pinta pemilik warung yang berada di depan Hotel Bidadari itu.

Didukung Pemprov

Gencarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan pembongkaran pondok mesum dan warem di kawasan Pantai Panjang mendapat dukungan dari Pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu.

Wakil gubernur (Wagub) Bengkulu, Dr H Rohidin Mersya MMA mengatakan, pembongkaran itu merupakan sebagai upaya untuk memperindah objek wisata yang menjadi icon Provinsi Bengkulu tersebut.

“Pembongkaran ini sangat baik sekali dan kita dukung penuh penertipan di Pantai Panjang tersebut,” tegas Rohidin kepada BE, kemarin.

Namun ia berpesan agar penertipan tidak dilakukan secara tebang pilih. Semua yang bersifat menggangu pemandangan disekitar kawasan objek wisata harus segera ditertibkan.

“Langkah ini jangan sampai berhenti, bangunan liar yang tidak sesuai dengan aturan harus dibersihkan,” bebernya.

Selain berkelanjutan dan terus dilakukan pengontrolan, lanjutnya, para pedangan juga harus ditata dengan baik. Karena Pemkot memiliki tugas berat untuk menjadikan objek wisata Pantai Panjang benar-benar sebagai icon Bengkulu.

“Potensi Pantai Panjang ini sangat luar biar biasa. Ketika dikelola dengan baik, maka akan menjadi tujuan utama wisatawan datang ke Bengkulu,” tambahnya.

Ketika para wisatawan banyak datang ke Bengkulu, maka hal itu juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Bengkulu.

“Wisata menjadi salah satu potensi besar dalam menggerakkan ekonomi. Untuk itu wisata harus dikelola dengan baik. Baik penataan pedagangnya, kebersihannya maupun fasilitas lain yang dibutuhkan dalam objek wisata tersebut,” tandas Wagub. 

PRODUCTS SEARCH
脚注信息
Copyright(C)2016-2017  Quanzhou Construction Machinery Co.,Ltd